Loading Kpopreneur...

Kenapa Saya Membangun Kpopreneur

Industri Kpop menjadi salah satu industri yang menurut saya sangat potensial untuk dijalankan oleh banyak orang. Saya sendiri sudah berkecimpung di industri ini selama kurang lebih 5 tahun, dan selama waktu tersebut saya melihat bagaimana industri Kpop terus berkembang dan memiliki ekosistem yang cukup kuat.

Menurut saya, salah satu alasan kenapa industri ini bisa terus bertahan adalah karena industri Kpop dikelola dengan manajemen yang cukup baik, mulai dari agensi, perusahaan penyedia merch, distributor, sampai pabrik yang terlibat di dalamnya. Semua memiliki peran masing-masing dan saling terhubung sehingga membuat ekosistemnya terus berjalan.

HYBE, YG Entertainment, JYP Entertainment dan sejumlah perusahaan besar Korea lainnya menjadi contoh bagaimana industri ini dibangun dan dikelola dalam jangka panjang. Tentunya setiap perusahaan memiliki cara dan strategi masing-masing, tetapi dari situ saya melihat bahwa Kpop bukan hanya sekadar tren yang muncul sebentar lalu hilang. Ada sebuah industri besar yang dibangun di belakangnya.

Di sisi lain, reseller Kpop di seluruh dunia juga terus bertumbuh. Saya melihat sendiri ada reseller yang baru memulai dan berkembang dengan cukup baik, ada yang hanya bertahan 1 atau 2 tahun, dan ada juga yang bisa bertahan lama bahkan hingga belasan tahun.

Saya pribadi mengerjakan Kpop sebagai reseller di dalam negeri Korea. Dari sana saya mendapatkan banyak pembelajaran berharga, bukan hanya tentang produk Kpop, tetapi juga tentang bagaimana proses pembelian berjalan, bagaimana mencari supplier, bagaimana mengelola order, bagaimana menghitung keuntungan, bagaimana menghadapi customer, sampai bagaimana mengelola risiko yang mungkin muncul dalam bisnis ini.

Semakin lama saya menjalankan bisnis ini, saya semakin sadar bahwa menjadi reseller Kpop sebenarnya tidak sesederhana membeli barang di Korea kemudian menjualnya kembali.

Ada banyak hal yang perlu dipahami.

Produk apa yang sebenarnya bagus untuk dijual? Berapa modal yang layak dikeluarkan ketika pertama kali memulai? Bagaimana menentukan harga jual? Bagaimana mengelola order ketika jumlahnya mulai banyak? Bagaimana mengatur cashflow supaya uang bisnis tidak tercampur dengan kebutuhan lain? Bagaimana menghadapi barang yang tidak terjual? Bagaimana memilih supplier? Dan masih banyak hal lainnya yang menurut saya baru benar-benar terasa setelah kita menjalankannya sendiri.

Karena itu saya pikir, sebagai reseller Kpop dari Indonesia, banyak orang yang perlu mengetahui hal-hal tersebut sebelum memulai bisnis ini.

Bukan berarti saya ingin mengatakan bahwa semua orang harus mengikuti cara saya. Justru saya ingin membagikan apa yang sudah saya alami, termasuk hal-hal yang menurut saya berhasil, hal-hal yang ternyata tidak berjalan sesuai harapan, dan berbagai pembelajaran yang saya dapat selama menjalankan bisnis ini.

Saya juga percaya bahwa memulai bisnis tanpa pengetahuan yang cukup bisa membuat potensi kehilangan modal, waktu, tenaga dan pikiran menjadi jauh lebih besar.

Saya pernah melihat dan mengalami sendiri bagaimana keputusan yang kelihatannya kecil bisa memberikan dampak yang cukup besar terhadap bisnis. Karena itu, menurut saya akan jauh lebih baik jika pengalaman tersebut bisa saya bagikan kepada orang lain, sehingga teman-teman yang baru mulai setidaknya memiliki gambaran sebelum mengambil keputusan.

Melalui lesson di Kpopreneur ini, saya akan mencoba membagikan sebanyak mungkin hal yang saya ketahui dari pengalaman saya sendiri.

Mulai dari produk apa yang menurut saya bagus, bagaimana saya melihat peluang sebuah produk, berapa modal yang menurut saya layak untuk dikeluarkan, bagaimana cara mengelola order, bagaimana cara menghitung keuntungan, bagaimana mengelola cashflow keuangan, sampai berbagai hal kecil yang mungkin terlihat sepele tetapi ternyata cukup penting ketika bisnis sudah mulai berjalan.

Saya tidak ingin lesson ini hanya berisi teori tentang bagaimana menjadi reseller Kpop.

Saya lebih ingin membagikan bagaimana saya melihat bisnis ini dari pengalaman saya sendiri.

Karena menurut saya, ada banyak hal yang mungkin tidak akan kita temukan hanya dengan membaca teori atau bertanya kepada AI. Ada pengalaman di lapangan, ada kesalahan, ada keputusan yang ternyata salah, ada supplier yang mengecewakan, ada produk yang ternyata tidak sesuai perkiraan, dan ada juga keputusan yang awalnya terlihat sederhana tetapi ternyata memberikan hasil yang cukup besar.

Hal-hal seperti itulah yang ingin saya bagikan di sini.

Selain memberikan pengetahuan, melalui Kpopreneur saya juga berharap bisa memberikan fasilitas yang dapat membantu teman-teman secara berkelanjutan.

Saat ini, di tahap awal, saya menyediakan layanan pembelian dengan fee yang terjangkau dan sistem pembayaran yang mudah. Saya juga menyediakan layanan konsultasi private sehingga saya bisa membantu secara lebih spesifik sesuai dengan masalah yang sedang kamu hadapi.

Untuk member Premium, saya juga akan memberikan berbagai informasi yang menurut saya penting bagi reseller Kpop, seperti informasi titip bagasi Korea-Indonesia, layanan transfer ke bank Korea, dan berbagai informasi lainnya yang nantinya akan terus saya kembangkan.

Jadi, Kpopreneur bagi saya bukan hanya tempat untuk belajar tentang reseller Kpop.

Saya ingin Kpopreneur menjadi sebuah tempat di mana seseorang yang ingin memulai atau mengembangkan bisnis Kpop bisa mendapatkan pengetahuan, fasilitas, dan bantuan yang memang dibutuhkan dalam prosesnya.

Saya sendiri masih terus belajar dan masih akan terus menjalankan bisnis ini. Karena itu, apa yang saya bagikan di Kpopreneur juga akan terus berkembang seiring dengan pengalaman yang saya dapatkan ke depannya.

Semoga apa yang saya bagikan di sini bisa membantu kamu menghindari beberapa kesalahan yang mungkin pernah saya lakukan, membuat kamu lebih memahami bisnis reseller Kpop, dan yang paling penting, membantu kamu mengambil keputusan dengan lebih baik sebelum mengeluarkan modal, waktu dan tenaga untuk bisnis ini.

Selamat belajar di Kpopreneur.

Scroll to Top